Friday, November 13, 2009

Nostalgia Kemesraan Indonesia-Malaysia

indonesia-malaysia
Ketegangan antara masyarakat Malaysia dan Indonesia
yang terjadi beberapa waktu lalu akibat beberapa persoalan seperti penggunaan tarian Pendet di iklan promosi wisata Malaysia, pelecehan lagu Indonesia Raya di sebuah situs internet dan persoalan garis batas di perairan Ambalat ternyata juga membuat marah warga Malaysia.
Dirwan Ahmad Darwin Direktur Bridge Asia yang berkantor di Kuala Lumpur mengatakan warga Malaysia merasa masyarakat Indonesia terlalu cepat menuduh dan menghakimi bahwa persoalan seperti tari Pendet dan pelecehan Indonesia Raya sebagai tindakan yang sengaja dilakukan bangsa Malaysia untuk melecehkan Indonesia.

"Kalau sampai bendera Malaysia dibakar tentu saja warga Malaysia marah. Warga Malaysia merasa mereka tidak tahu kesalahan yang dibuat sampai membuat kemarahan masyarakat Indonesia," katanya dalam pembicaraan di Kuala Lumpur.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang melakukan kunjungan kenegaraan ke Malaysia pada 11 - 12 Nopember kemarin, juga mengharapkan kehadirannya dapat kembali merekatkan hubungan persahabatan dan persaudaraan antar bangsa serumpun yang memiliki akar sejarah, budaya dan peradaban yang sama.

"Ini kunjungan kenegaraan saya yang pertama setelah dipilih kembali untuk memimpin Indonesia pada periode kedua. Mengapa, karena Malaysia adalah sahabat dekat, tetangga dekat, dan partner yang kuat untuk kemajuan kedua bangsa," kata Presiden usai melakukan pertemuan bilateral dengan PM Malaysia Datok Sri Mohammad Najib bin Tun Abdul Razak yang berlangsung di Kantor Perdana Menteri Malaysia di Putra Jaya, Kamis (12/11) kemarin.

Presiden mengungkapkan kunjungannya kali ini merupakan upaya untuk tetap menjaga hubungan baik kedua bangsa yang belakangan ini cukup memanas .

"Kami ingin ini tetap dapat dijaga dengan sebaik-baiknya. Kalau ada masalah segera bisa kita atasi secara bijak dan tepat, dengan demikian kebaikan yang banyak, kerja sama positif yang tidak sedikit selama ini tidak tertutup oleh satu, dua isu yang berkaitan dengan itu," katanya.

Presiden menyatakan keberadaan jutaan warga negara Indonesia yang ada di Malaysia serta puluhan ribu warga Malaysia di Indonesia pasti akan menimbulkan perbedaan pandangan dan gesekan. "Tetangga dekat sekali-kali terjadi seperti itu, tugas kami adalah mengelolanya dengan bijak, dengan arif dan jangan sampai membesar, melebar dan mengganggu apa yang kita kerjakan selama ini," katanya.

PM Najib juga menyatakan niat yang sama bahwa persoalan yang muncul belakangan ini adalah sifatnya kecil dan berlaku dalam kelompok masyarakat yang kecil saja, sehingga tidak perlu sampai mengganggu hubungan baik antar kedua bangsa.

"Kami bersepakat untuk terus memantapkan hubungan antar kedua negara supaya hubungan ini tidak pasang surut, tetapi sebaliknya dapat ditingkatkan pada tahap yang sebaik mungkin," kata PM Najib.

Untuk terus menjaga hubungan baik kedua negara, Najib mengusulkan untuk memperbanyak hubungan tradisional yang selama ini telah dilakukan seperti kunjungan antara pemimpin, serta hubungan antara institusi, termasuk hubungan media Indonesia dan Malaysia, parlemen dengan parlemen, serta hubungan antar parpol dan NGO di kedua negara.

"Saya juga setuju dengan saran Presiden Yudhoyono supaya kaum muda diberikan porsi khusus dalam hubungan kedua negara," katanya.

Najib menilai bahwa perbicaraan dengan Presiden Yudhoyono berjalan sangat baik, produktif dan bermanfaat dan memberi isyarat yang positif kepada kedua negara terutama dalam konteks hubungan kedua negara dan antar masyarakat," katanya.

Kerjasama ekonomi

Di bidang ekonomi, Presiden Yudhoyono mengajak Malaysia untuk membangun kerjasama ekonomi baru dengan memanfaatkan arus perubahan arsitektur ekonomi global pascakrisis keuangan yang membentuk kekuatan baru terutama di Asia Tengah.

"Saya kira Asia Tengah tumbuh menjadi kekuatan ekonomi global, termasuk Asia Tenggara, oleh karena itu sepantasnya Indonesia dan Malaysia mengambil peran, berprakarsa bagi pertumbuhan perkonomian di kawasan ini," kata Presiden Yudhoyono.

Menurut Presiden, jika ekonomi Indonesia dan Malaysia disatukan, maka akan menghasilkan kekuatan ekonomi yang kuat, yang bermanfaat bagi peningkatan ekonomi kedua negara.

"Kami berdiskusi dan sependapat bahwa ekonomi Indonesia yang terus tumbuh dengan pasar domestik yang kian membesar, demikian juga pasar malaysia yang positif. Apabila dapat kita integrasikan, sinergikan maka akan banyak yang akan kami lakukan dalam hubungan kerja sama bilateral," katanya.

Menurut Presiden, sudah banyak kerjasama ekonomi kedua negara yang telah terjalin, namun upaya itu harus terus ditingkatkan untuk terus mengembangkan ekonomi di kawasan Asia Tenggara, sehingga bisa mendorong pertumbuhan ekonomi kedua negara.

Sementara itu, PM Najib menyetujui proses integrasi ekonomi kedua negara bukan saja dalam bidang perdagangan bilateral yang semakin meningkat tetapi juga di bidang investasi kedua negara.

"Kami yakin bahwa hubungan dagang akan terus meningkat dan kami juga menganggap bahwa lebih ramai pihak Indonesia akan berinvestasi di Malaysia serta inisiatif Presiden Yudhoyono dalam mencanangkan program `food security` dimana kita bisa investasi dalam kawasan yang luas dengan tenaga kerja yang besar," katanya.

Dalam kesempatan yang berbeda di hadapan sekitar 200 pebisnis Malaysia, Presiden Yudhoyono mengatakan bahwa Indonesia dan Malaysia harus memetik pelajaran dari krisis global yang masuki era baru tatanan ekonomi yang baru, termasuk arsitektur ekonomi global yang aman.

"Di samping peran ASEAN, saya setuju dengan PM Malaysia untuk tidak menyia-nyiakan peluang ini," katanya.

Dalam pertemuan yang digelar di Kuala Lumpur Convention Center (KLCC) itu, Presiden Yudhoyono juga menjelaskan rencana lima tahun pembangunan Indonesia yang membutuhkan dana sekitar 150 - 200 miliar dolar AS per tahun untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi minimal 7 persen pada 2014.

Presiden menawarkan sejumlah proyek terutama di bidang pertanian, perkebunan, dan pembangkit listrik kepada para pengusaha Malaysia, baik melalui kerjasama pihak swasta ataupun swasta dengan pemerintah Indonesia.

"Saya undang kerjasama investasi dalam revitalisasi pertanian dan revitalisasi pabrip pupuk serta gula, begitu juga untuk manufaktur. Kami mengundang untuk kerjasama sektor swasta ataupun pemerintah," katanya.

Dalam beberapa tahun belakangan ini, Malaysia terlihat agresif menggarap potensi bisnis di Indonesia, mulai perkebunan, pertambangan, telekomunikasi, perbankan, asuransi, pendidikan, hingga sektor kesehatan. Mereka pun sukses mendulang keuntungan. Sebaliknya, Indonesia terkesan hanya mampu menggaet ringgit dari tenaga kerja informal di negeri jiran itu.

Selama 2007-2009, data Badan Koordinator Penanaman Modal (BKPM) menunjukkan, realisasi investasi Malaysia di Indonesia sekitar 1 miliar dolar AS. Dari sisi neraca perdagangan, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, defisit neraca perdagangan Indonesia-Malaysia membengkak. Tahun lalu, nilai impor Indonesia dari Malaysia mencapai 8,9 miliar dolar AS, sedangkan nilai ekspornya hanya 6,4 miliar dolar AS.

Di Indonesia, para pemodal Malaysia telah merasuki aneka sektor bisnis. Di sektor perkebunan, para pemodal Malaysia di sebut-sebut telah menguasai sekitar 2,1 juta hektar dari 5,2 juta ha lahan kelapa sawit.

Di sektor perbankan, negeri jiran itu juga telah memantapkan posisinya melalui sejumlah bank, seperti CIMB Niaga dan Bank Internasional Indonesia (BII). CIMN Niaga adalah perusahaan keuangan yang sahamnya di perdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Per 31 Maret 2009, kapitalisasi pasar CIMB Niaga tercatat sebesar Rp11,25 triliun. CIMB Niaga juga merupakan bank keenam terbesar di Indonesia dari segi aset dengan total aset Rp102,9 triliun.

Di sektor telekomunikasi, mereka mengepakkan sayapnya melalui PT Excelcomindo Pratama. Tahun ini, operator seluler itu berharap bisa menambah empat juta pelanggan baru menjadi 30 juta dari akhir 2008 sebanyak 26 juta. Meski rugi bersih Rp 306 miliar, pada kuartal I 2009, pendapatan XL naik dari Rp 2,65 triliun menjadi Rp 2,926 triliun.

Tenaga kerja

Dari sisi tenaga kerja, Malaysia berhasil menjaring dua juta tenaga kerja Indonesia (TKI), 800 ribu di antaranya bekerja secara ilegal. Bukan hanya pekerja informal, negeri itu juga mampu menggaet tenaga kerja ahli, seperti di sektor minyak dan gas, dari Indonesia.

Tenaga kerja Indonesia dipastikan turut membangun negeri jiran itu seperti konstruksi, perkebunan, dan sektor rumah tangga. Selain itu, tenaga profesional perminyakan Indonesia banyak tersebar di Petronas dan Shell. Tenaga profesional teknologi infomasi tersebar di berbagai perusahaan seperti IBM, Axon Global, Shell Down Stream & Upstream IT, Deloitte, dan Morse.

Terkait persoalan perlindungan TKI di Malaysia, PM Najib usai melakukan pertemuan dengan Presiden Yudhoyono mengatakan bahwa Pemerintah Malaysia tetap menyambut baik kehadiran para tenaga kerja Indonesia dan akan melanjutkan upaya perlindungan terhadap mereka terutama bagi yang telah memenuhi prosedur hukum atau TKI yang legal.

"Dari segi kepentingan para pekerja Indonesia, kami berharap bahwa mereka yang masuk ke Malaysia dapat merupakan pekerja-pekerja yang sah, sehingga lebih mudah hak mereka terjamin," kata PM Najib.

Menurutnya, Pemerintah Malaysia akan mengusahakan terwujudnya keadilan termasuk terhadap rakyat Malaysia yang melakukan tindakan kekerasan terhadap pekerja Indonesia.

"Kami akan melakukan keadilan, termasuk pada rakyat Malaysia yang melakukan kekasaran terhadap rakyat Indonesia yang bekerja di sini," katanya.

Sementara Presiden Yudhoyono menyatakan akan terus memperbaiki sistem dan mekanisme pengiriman TKI ke luar negeri khususnya Malaysia termasuk persoalan perlindungan hak dan bantuan hukum yang mesti diberikan.

"Saya menghargai penjelasan dari PM Malaysia, karena ini merupakan penekanan kembali. Jika ada masalah hukum yang berkaitan dengan TKI maka hukum ditegakkan. Siapapun yang bersalah, tentu mendapatkan sangsi. Kalau dilakukan dengan transparan, maka akan mengurangi kesalahpahaman," katanya.

Pemerintah Indonesia sangat peduli untuk memberikan bantunan hukum kepada para TKI, meskipun tetap tunduk kepada hukum di Malaysia sebagaimana pula kalau ada WNA melakukan kesalahan hukum di Indonesia.

"Kita melakukan perbaikan proteksi, perlindungan, gaji dan sebagainya. Perkembangan tahun demi tahun semakin positif. Kita berkomitmen untuk mengelolanya dengan baik," katanya.

Pelayanan terhadap TKI, lanjut Presiden telah ditetapkan untuk terus ditingkatkan bahkan sudah menjadi program prioritas Pemeritah dalam 100 hari ke depan, tidak saja untuk TKI di Malaysia tetapi juga di semua negara.

"Di negara lain juga akan ada kompleksitas tersendiri. Kami akan terus lakukan pembenahan dan dalam program 100 hari kami, peningkatan pelayanan tenaga kerja merupakan agenda yang akan kita jalankan," katanya.

Presiden menyatakan perlakuan pemerintah dan rakyat Malaysia terhadap TKI sudah meningkat cukup baik, seperti adanya perlindungan masalah hukum dan akan terus ditingkatkan terutama dalam kecepatan menangani timbulnya masalah-masalah baru.

"Saya melihat progres yang cukup signifikan yang membedakan dengan pengalaman kita di waktu yang lalu. Bagi saya ini suatu capaian dan saya harus katakan terima kasih, meskipun akan selalu ada kasus-kasus itu," katanya.

Hubungan Indonesia dan Malaysia sebagai saudara dekat memang tidak seharusnya diwarnai banyak kericuhan seperti yang terjadi belakangan ini. Kerjasama kedua pemerintahan dan jalinan persahabatan masyarakat kedua negara sudah berjalan sangat erat dan saling membutuhkan.

Peningkatan arus komunikasi antar penduduk melalui media massa kedua negara juga diyakini bisa mengurangi kesalahpahaman yang terjadi, sehingga hubungan persaudaraan yang sempat koyak bisa terajut kembali demi kesejahteraan rakyat di kedua negara.

Anda Sudah Baca Yang Ini? :

5 komentar:

Klik Here To Show All Comment


Taryono Friday, November 13, 2009 10:17:00 AM  

nah kalau akur gitu kan asyik........... gueh dukung banget deh. Siapa tau ntar gueh dapet cewek malay.. he.. ni artikel gue copy yah... mo ku posting di blogku.

Rizky2009 Friday, November 13, 2009 11:53:00 AM  

nah gt dong harus akur, jangan sampai deh ada peperangan

jhonson wijaya Friday, November 13, 2009 5:04:00 PM  

nah kyk gitu donk bagusnya,jgn berantem mulu :).hidup bertetangga harus saling rukun :)

Seti@wan Dirgant@Ra Monday, November 16, 2009 6:27:00 AM  

Emang seharusnya hubungan akur seperti itu harus senantiasa terjalin.

khusnul Wednesday, January 06, 2010 3:33:00 PM  

Senang deh bisa akur terus selamanya.

Post a Comment

newer page older page home
top